Monthly Archive: July, 2013

Sore Hari

— Kemudian sore menenggelamkan terik. Sorak riuh oleh anak-anak penggulung benang. Melagu sebentar panggilan sayang ibu kepada sanaknya. Tentang panggilan sembahyang juga menjawab amanah sejarah. — Kemudian sore belumlah jingga oleh bulatan cantik.… Continue reading

Terbaring oleh Manusia

— Aku terbaring dan tidak berani bersuara Hanya menahan sakit karena rantai yang membelengguku Terkadang, aku melihat tetesan darah segar menetes Sela-sela bulu mataku, tertutup debu dan tanah – Jatuh hati mampu menjeratku… Continue reading

Kenangan

— Pekat bernaung di bawah cekung malam Ia beralas selembar merah tanah bersulur air Rona wajah memerah namun tertutup hitam Kepingan kisah mengintai ingatan tanpa gentar — Jeruji keacuhan tak kuasa mengunci luka… Continue reading

Di Balik Kaca

— Bayang itu bukan dalam kegelapan, melainkan dalam remang. Terhimpit itu bukan karena tak ada pilihan, melainkan oleh ketidakberanian. Ketidakmengertian itu bukan sebab diam, melainkan alasan lain yang berwujud enggan. — Di sana… Continue reading

Ranting

— Daun bersetubuh, mencumbu angin, meniduri udara, membuka tabirnya. — Bunga tergelak, merayu malam, menertawakan bulan, bersolek sendiri. — Lampu berkedip, memeluk bayangan, menggendong cahaya redup, menggelar pendarnya. — Sajak Bulan Juli 2013.… Continue reading

Masa Lalu

— Katanya sejarah, punya manusia, punya dewa. Didongengkannya kisah-kisah, ibarat dunia, ibarat surga. — Alkisah punya dimensi, jauh melampaui logika. Supaya anak tidak lupa tentang masa, dekat menelisik jati diri. — Hey kamu… Continue reading

Penghujung

Jalan berbatu, berkerikil, tanpa sempat meragu, kerdil. — Paras elok, berlesung, tanpa ragu bersolek, bergelung. — Nafas seiring, bercinta, tanpa nada melengking, surga. — Rambut putih, bernoda, tanpa waktu letih, tua. — Cerita… Continue reading

Merayu

Biru di balik hijau Merayu tanpa layu Menantang si hijau tersipu Bila saja biru bisa memerah malu — Sajak Bulan Juli @lampumerah

Jurang

Hei, malam! Di mana kelam menyiapkan suram? Di mana pekat menebar daya pikatnya? — Dalam dalam! Tarik nafasmu dalam! Entah tenggelam atau diam. — Lubang. Ibarat jurang. Kita terbuang. (sajak Juni 2013) @lampumerah

Pulang

Hilang sayang tidak berbayang Lelah jengah serasa diperah Jejak bisa menapak tegak Tapi rumah tempat menjadi lemah (sajak juni 2013) @lampumerah