Cerita tentang Pagi

Ketika mentari memiliki sajak

Ketika pagi mengukir mantera

Ketika kicau melagu syair

Ketika riak mengetuk nurani

 —

Tatap ini melayang pada awan

Di baliknya terhampar impian

Dari bawah sini melantun doa

Semoga pelangi mampu mengantarnya

 —

Petik senar sayup terdengar

Derik di taman menambah debar

Seperti bumi tidak berputar

Ada rona dan ceria muncul berpendar

 —

Aku memainkan ujung kuku jariku

Mengetuk berdansa seirama laguku

Lambat laun menutup mataku

Seperti inilah hakikat dialog hatiku

 —

Papan pohon tergelar di tepian jalan

Aspal berguncang lalu terasa lembut berayun

Kendaraanku merapat di satu tepian

Ketika pergi, ia seumpama lambaian tangan

Sajak November 2013 @lampumerah

Advertisements