Category Archive: Lampu Hitam

Lusuh

— Berbintang terang lalu sirna. Tanpa bekas, menghilang tiada warna. Terganti oleh barisan rupa cahaya. Roman malam yang mencumbu rasa. — Rentang merah di ujung pekat. Terjembatani kenangan, berulang bangkit. Peristiwa, lalu nama… Continue reading

Terbaring oleh Manusia

— Aku terbaring dan tidak berani bersuara Hanya menahan sakit karena rantai yang membelengguku Terkadang, aku melihat tetesan darah segar menetes Sela-sela bulu mataku, tertutup debu dan tanah – Jatuh hati mampu menjeratku… Continue reading

Kenangan

— Pekat bernaung di bawah cekung malam Ia beralas selembar merah tanah bersulur air Rona wajah memerah namun tertutup hitam Kepingan kisah mengintai ingatan tanpa gentar — Jeruji keacuhan tak kuasa mengunci luka… Continue reading

Di Balik Kaca

— Bayang itu bukan dalam kegelapan, melainkan dalam remang. Terhimpit itu bukan karena tak ada pilihan, melainkan oleh ketidakberanian. Ketidakmengertian itu bukan sebab diam, melainkan alasan lain yang berwujud enggan. — Di sana… Continue reading

Ranting

— Daun bersetubuh, mencumbu angin, meniduri udara, membuka tabirnya. — Bunga tergelak, merayu malam, menertawakan bulan, bersolek sendiri. — Lampu berkedip, memeluk bayangan, menggendong cahaya redup, menggelar pendarnya. — Sajak Bulan Juli 2013.… Continue reading